Sunday, September 13, 2015

Persiapan OPAK 2015 Dirasa Kurang Matang, ini Alasannya

Persiapan pelaksanaan Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (OPAK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak tahun 2015 dirasa kurang matang. Berdasarkan informasi yang didapat, kurangnya persiapan OPAK kali ini disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah tidak adanya pungutan biaya pendaftaran seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya..

Persiapan OPAK 2015 Dirasa Kurang Matang, Ini Alasannya
Rapat Persiapan OPAK 2015 via Warta IAIN Pontianak
Dilansir dari laman Warta IAIN Pontianak, Minggu, (13/9/2015), Muhammad Holil, selaku Presiden Mahasiswa IAIN Pontianak sempat mengatakan bahwa persiapan OPAK yang merupakan agenda khusus untuk mahasiswa baru IAIN Pontianak tersebut masih kurang matang. Hal tersebut ia sampaikan di sela-sela rapat persiapan OPAK 2015 yang diadakan pada Minggu siang. Dari rapat tersebut juga diketahui bahwa penyebab lain kurang siapnya OPAK tahun ini adalah karena masalah dana yang masih belum bisa dicairkan.

Dari data yang berhasil dihimpun, OPAK 2015 ini sedikit berbeda dengan OPAK pada tahun-tahun sebelumnya, di mana mahasiswa diminta untuk membayar uang pendaftran sebesar Rp. 120.000 Rupiah per orang. Sedangkan untuk OPAK kali ini tidak ada biaya apapun. Semua data mahasiswa yang telah melakukan daftar ulang secara otomatis juga dinyatakan sebagai peserta OPAK IAIN Pontianak tahun 2015.

Ditiadakannya biaya pendaftaran OPAK bagi para mahasiswa baru di IAIN Pontianak bukan tanpa alasan, keputusan tersebut diambil karena mengacu kepada Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 124 tahun 2015. Dalam peraturan itu dinyatakan bahwa setiap mahasiswa dibebankan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT), dan ditanggung oleh lembaga untuk biaya operasional setiap mahasiswa dalam jangka waktu satu semester.

“Pelaksanaan ini dibiayai kerena kegiatan apa pun yang dilakukan oleh mahasiswa dari awal kuliah sampai akhir itu sudah dihitung dalam biaya uang kuliah tunggal yang dibayar setiap daftar ulang kuliah,” uangkap Sumarman, Ketua Panitia OPAK 2015 dari Lembaga IAIN Pontianak ketika memimpin rapat persiapan OPAK IAIN Pontianak pada Sabtu, (12/9/2015).

Persiapan yang dianggap cukup mendadak ini juga mengakibatkan panitia pelaksana OPAK mengalami kendala. Pasalnya, data para mahasiswa baru belum diterima oleh panitia. Padahal data tersebut sangat penting, mengingat panitia juga memerlukannya dalam pembagian kelompok peserta OPAK nantinya. “data mahasiswa baru ini penting., dan harus segera sampai ke tangan panitia. Kalau sampai saat ini data mahasiswa baru belum ada di panitia, maka pembagian kelompok dikhawatirkan akan tertunda,” jelas Muhammad Holil.


EmoticonEmoticon